Pada Rabu, 1 April 2026, media sosial diramaikan dengan dugaan perselingkuhan yang melibatkan suami selebgram Clara Shinta. Clara Shinta telah secara terbuka membagikan sejumlah bukti yang menunjukkan adanya hubungan terlarang antara suaminya, Muhammad Alexander Assad, dan wanita lain. Unggahan ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari netizen, yang mengecam tindakan tersebut atau menyoroti keterbukaan Clara dalam mengungkapkan masalah rumah tangganya.
Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah informasi muncul bahwa dugaan perselingkuhan melibatkan aktivitas video call intim atau video call sex (VCS), memperkuat keprihatinan masyarakat terhadap fenomena perselingkuhan yang semakin marak di era digital. Pandangan agama, khususnya Islam, juga mempertimbangkan perselingkuhan sebagai perbuatan tercela yang harus dihindari. Buya Yahya, seorang pendakwah Indonesia, memberikan nasihat terkait fenomena ini dan menekankan pentingnya menghentikan segala bentuk komunikasi dengan pihak ketiga dalam kasus seperti ini.
Buya Yahya menegaskan bahwa menjaga jarak total dan menghindari godaan adalah langkah penting dalam mengatasi perselingkuhan. Ia juga menyoroti kesalahan jika solusi yang diambil adalah dengan menceraikan pasangan sah untuk menikahi selingkuhan. Menurutnya, tindakan tersebut hanya memperpanjang kesalahan yang sudah dilakukan. Baik pihak yang berselingkuh maupun pasangan selingkuhannya memiliki tanggung jawab untuk bertaubat dan tidak mengulangi perbuatan tersebut.





