Tasya Farasya Memilih Busana Kuning dalam Sidang Cerai: Makna Simbolis di Balik Keputusan Penuh Refleksi
Keputusan Tasya Farasya mengenakan busana berwarna kuning saat menghadiri sidang perdana perceraian dengan Ahmad Assegaf menarik perhatian publik. Penampilannya yang mencolok, didukung dengan tas mewah Hermes Himalaya bernilai tinggi, memicu berbagai spekulasi di media sosial.
Tasya akhirnya membagikan alasan di balik pilihannya dalam podcast bersama Ivan Gunawan. Awalnya, dia tidak berencana untuk tampil dengan warna cerah di momen emosional tersebut. “Malam sebelumnya, aku beli baju abu-abu, ingin terlihat seperti drakor,” ujar Tasya Farasya.
Namun, rencana itu berubah secara drastis dalam semalam. Tasya Farasya mengungkapkan bahwa dia mengalami pergolakan batin menjelang persidangan. Saat merenungkan perjalanan panjang hubungannya dengan mantan suaminya, dari pacaran hingga pernikahan, dia mengaku bahwa pikirannya kacau. “Nikah tujuh hari tujuh malam, pacaran tujuh tahun, berantem tujuh jam, terus tahu-tahu cerai,” kata Tasya.
Momen refleksi tersebut membawanya pada kenangan busana pernikahannya. Ketika dipinang oleh Ahmad Assegaf, Tasya memilih gaun berwarna kuning karya Ivan Gunawan. Warna tersebut memiliki makna simbolis baginya. Dia memutuskan untuk mengenakan kembali busana berwarna kuning sebagai penutup dari cerita yang dimulai dengan warna yang sama.
Keputusan ini lebih dari sekadar fashion, melainkan simbol perjalanan hidup. Warna kuning yang melambangkan keceriaan dan harapan mewakili babak baru yang ingin dia jalani setelah perpisahan. Meskipun gugatan cerainya resmi dikabulkan pada November 2025, Tasya memilih untuk menutup babak itu dengan makna dan refleksi yang mendalam.





