Aturan Baru: Verifikasi Diperlukan untuk Posting Kripto

by -31 Views

Untuk dapat kembali memposting konten, pengguna harus melakukan verifikasi identitas terlebih dahulu. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengurangi jumlah peretasan akun yang kemudian disalahgunakan untuk menyebarkan investasi palsu. Nikita Bier, yang bertanggung jawab dalam pengembangan produk di X, menyebutkan bahwa sistem verifikasi identitas akan secara otomatis aktif ketika sebuah akun pertama kali membahas topik kripto.

Tujuan dari perubahan ini adalah untuk mengurangi 99% insentif bagi para penjahat dalam mencuri akun pengguna. Bier menjelaskan modus operandi yang biasa terjadi: korban diarahkan ke halaman login palsu yang menyerupai notifikasi resmi. Setelah menginputkan data akun, peretas kemudian dapat mengambil alih akun tersebut untuk mempromosikan penipuan.

Tindakan pencurian akun semacam ini sebenarnya bukan hal baru, bahkan sudah terjadi sejak platform ini masih dikenal dengan nama Twitter. Kebijakan penguncian akun secara otomatis ini merupakan tambahan dari upaya sebelumnya untuk membatasi spam dan aktivitas terkait promosi kripto. Bier juga menyatakan bahwa perlindungan terhadap email, terutama terhadap phishing, masih belum optimal sehingga masalah ini sulit untuk diatasi sepenuhnya oleh X.

Data dari Komisi Perdagangan Federal menunjukkan bahwa penipuan kripto melalui media sosial semakin berkembang menjadi masalah bernilai miliaran dolar. Transaksi berbasis blockchain yang sulit untuk dibatalkan membuat korban sulit untuk mendapatkan kembali dana yang telah hilang. Dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, tercatat 113.842 laporan penipuan investasi dengan total kerugian mencapai USD 6,1 miliar atau setara Rp 103,6 triliun. Penipu seringkali memanfaatkan akun dengan banyak pengikut karena dianggap lebih dapat dipercaya.

Dengan pemberlakuan kebijakan penguncian akun, diharapkan pola penipuan ini dapat terputus dengan mencegah akun curian digunakan secara langsung. Kelompok usia 40–49 tahun adalah yang paling banyak melaporkan kasus penipuan, dengan total kerugian mencapai USD 366 juta. Secara umum, kelompok usia 30–70 tahun adalah yang paling rentan terhadap penipuan investasi di bidang kripto.

Source link