Platform game global Roblox telah mengumumkan komitmennya untuk mematuhi regulasi baru pemerintah Indonesia terkait perlindungan anak di ruang digital. Langkah ini diambil sebagai respon terhadap kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang memperketat akses media sosial dan platform berisiko tinggi bagi pengguna di bawah usia 16 tahun.
Roblox menegaskan rasa hormatnya terhadap hukum dan budaya yang berlaku di Indonesia. Perusahaan ini mengapresiasi kepemimpinan Komdigi serta peran PP TUNAS dalam menciptakan lingkungan daring yang lebih aman bagi keluarga. Dalam upaya menjalankan komitmen global terhadap keamanan dan kelakuan baik di ruang digital, Roblox akan memperkenalkan kontrol tambahan bagi pemain di Indonesia untuk memenuhi standar regulasi nasional.
Beberapa poin utama dalam penyesuaian ini antara lain pembatasan fitur interaksi sosial, mode “Offline” untuk anak di bawah 13 tahun, dan sensor berbasis AI untuk menyaring bahasa dan perilaku tidak pantas. Tujuan transisi ini adalah memastikan bahwa anak-anak hanya mengakses platform digital saat mereka telah siap secara usia dan mental.
Roblox juga mendorong orang tua di Indonesia untuk memanfaatkan fitur Parental Controls yang telah tersedia untuk mengawasi aktivitas anak-anak mereka di platform tersebut. Sebagai informasi tambahan, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, telah memberikan peringatan kepada berbagai platform digital, termasuk Roblox, untuk melakukan sinkronisasi sistem demi keselamatan generasi muda Indonesia.





