Penyebab Turunnya Nilai Transaksi Kripto di Indonesia Menurut OJK 2025

by -23 Views

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa penurunan transaksi kripto di Indonesia sepanjang 2025 dipengaruhi oleh kondisi global, seperti perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Adi Budiarso, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, mencatat bahwa nilai transaksi aset kripto menurun 25,9% menjadi Rp 482,23 triliun dari tahun sebelumnya. Faktor-faktor seperti peningkatan ketegangan geopolitik, perang dagang AS-Cina, dan kebijakan moneter AS yang tetap pada suku bunga tinggi telah menciptakan situasi yang menantang di pasar keuangan global. Adi juga menyebut bahwa tren transaksi kripto dalam lima tahun terakhir menunjukkan fluktuasi signifikan, memunculkan kebutuhan untuk mengevaluasi fundamental industri dan mengidentifikasi kelemahan struktural yang perlu diperbaiki. Penurunan kapitalisasi pasar kripto dunia juga mencapai sekitar 45% dari posisi tertinggi sepanjang masa, menurun menjadi sekitar Rp 2,3 triliun pada Maret 2026 dari Rp 4,2 triliun pada Oktober 2025. Kondisi ini menekankan perlunya analisis dan evaluasi mendalam sebelum mengambil keputusan investasi dalam transaksi kripto.

Source link