Strategy, perusahaan berbasis di Tysons Corner, Virginia, telah melakukan pembelian besar Bitcoin senilai USD 1,57 miliar atau Rp 26,63 triliun dalam pekan lalu. Total Bitcoin yang dimiliki perusahaan kini mencapai sekitar 761.000 BTC, dengan nilai sekitar USD 55,8 miliar atau Rp 946,59 triliun berdasarkan data CoinGecko.
Aksi beli Bitcoin ini diikuti oleh peningkatan signifikan pendapatan Strategy dari saham preferen STRC dengan suku bunga variabelnya. Pada pekan lalu, perusahaan mengumpulkan hampir USD 1,2 miliar atau Rp 20,35 triliun melalui produk yang memberikan dividen. Meskipun harga Bitcoin telah mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir, Strategy melihat penurunan nilai kepemilikan Bitcoin hanya sekitar USD 1,7 miliar pada pekan ini.
Meski demikian, harga saham Strategy mencapai level tertinggi dalam 45 hari terakhir, naik menjadi USD 148 pada hari Senin lalu. Namun, saham tersebut telah mengalami penurunan lebih dari 56% dalam enam bulan terakhir. Selain itu, STRC, produk saham preferen yang digunakan Strategy sebagai sumber pendanaan alternatif, memberikan imbal hasil sebesar 11,5% dengan pembayaran bulanan sekitar $0,9583 per STRC untuk investor.
Dengan peningkatan nilai produk sebesar 30% selama bulan lalu, kapitalisasi pasar STRC kini mencapai sekitar USD 5 miliar. Salah satu pendiri dan Ketua Eksekutif Strategy menyebut STRC sebagai “momen iPhone” perusahaan. Langkah ini menunjukkan strategi perusahaan dalam memanfaatkan peluang di pasar saham dan cryptocurrency.





