Katarak di Indonesia: Gejala, Pencegahan, dan Peringatan

by -32 Views

Kasus katarak terus meningkat di Indonesia dan menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan. Penyakit mata yang sering dianggap sepele ini sebenarnya memiliki risiko besar, bahkan bisa menyebabkan kebutaan permanen jika tidak diobati dengan cepat. Saat ini, Indonesia menghadapi masalah “backlog” kasus katarak, di mana jumlah pasien jauh lebih banyak daripada kapasitas tindakan medis yang tersedia. Hal ini menimbulkan tantangan besar dalam upaya menurunkan angka kebutaan di Tanah Air.
Dokter Spesialis Mata Subspesialis Katarak dan Bedah Refraksi di RS Pondok Indah, Amir Shidik, mengungkapkan bahwa dengan jumlah operasi saat ini, dibutuhkan sekitar sebelas tahun untuk menangani semua kasus katarak tanpa ada penambahan kasus baru. Salah satu penyebab tingginya angka katarak di Indonesia adalah akses terbatas ke layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil. Mitos di masyarakat juga menjadi faktor penghambat, seperti keyakinan bahwa katarak bisa sembuh tanpa operasi.
Gejala katarak sering diabaikan seperti penglihatan kabur, silau saat terkena cahaya terang, dan warna yang semakin pudar. Untuk mencegah risiko katarak, langkah-langkah sederhana seperti mengurangi paparan sinar matahari langsung, menggunakan kacamata anti-UV, dan menghindari penggunaan obat tanpa pengawasan dokter dapat membantu menekan risiko katarak. Meski tidak semua kasus dapat dicegah, langkah-langkah tersebut tetap penting untuk dilakukan.

Source link