Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan pasar global. Presiden AS, Donald Trump, memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang diyakini dapat memengaruhi pergerakan harga Bitcoin. Situasi ini membuat Bitcoin berpotensi menguat sebagai aset yang independen dari sistem keuangan tradisional.
Trump telah mengancam Iran dengan konsekuensi serius jika mereka tidak membuka jalur perdagangan penting tersebut. Namun, sikap yang bervariasi antara diplomasi dan ancaman militer membuat pasar menjadi waspada. Sementara itu, pejabat Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup tanpa kompensasi atas kerusakan akibat perang. Ketidakpastian ini menyebabkan pasar saham AS stagnan, sementara harga Bitcoin menguat hingga mencapai USD 69.000, mencerminkan minat investor terhadap aset alternatif di tengah ketidakpastian global.
Harga emas turun sekitar 17% dari rekor tertingginya namun masih bertahan di kisaran USD 4.650, menunjukkan pergeseran preferensi investor dalam memilih aset lindung nilai. Pergerakan pasar ini mencerminkan kompleksitas situasi geopolitik yang dapat memengaruhi berbagai aset investasi.





