Mengulik Konflik Lama Ahmad Dhani dan Maia Estianty
Polemik panas antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali mencuat ke permukaan setelah mereda dalam beberapa tahun terakhir. Kali ini, Ahmad Dhani memilih untuk membuka kembali dokumen lama terkait laporan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang pernah dilayangkan Maia pada tahun 2007.
Dhani Unggah Bukti Berupa Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan
Ahmad Dhani mengunggah tiga lembar Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan (SP3) yang dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya terkait kasus KDRT tersebut. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa kasus tersebut dihentikan karena tidak ditemukan cukup bukti pada tahun 2008, setahun setelah laporan awal dibuat. Dhani menyoroti pemberitaan media masa lalu yang dinilainya tidak berimbang terkait kasus ini.
Respons Kontroversial Ahmad Dhani
Kembali memanasnya konflik antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty dimulai dari acara pernikahan putra mereka, El Rumi, pada bulan April 2026. Saat momen siraman berlangsung, terjadi kehebohan setelah putri Dhani, Shafeea, terlihat menangis. Hal ini memicu Ahmad Dhani untuk memberikan pernyataan kontroversial, termasuk menyebut air mata Maia sebagai “air mata buaya” dan mengungkit isu-isu lama, seperti perceraian dan dugaan perselingkuhan.
Reaksi keras dari netizen pun membanjiri media sosial setelah pernyataan kontroversial Dhani tersebut. Banyak pihak yang ikut membongkar dokumen-dokumen lama terkait konflik rumah tangga keduanya. Dengan mengunggah bukti SP3, Ahmad Dhani berusaha menguatkan narasinya bahwa tuduhan KDRT yang pernah dialamatkan padanya tidak terbukti secara hukum, namun hal ini juga membuka luka lama dalam konflik tersebut.





