Program Startup Disabilitas Sukses Meluluskan Alumni ke Forbes

by -32 Views

Lari Sambil Belajar Empati, Bisa Merasakan Dunia Anak Berkebutuhan Khusus

Tidak sekadar olahraga, sejumlah komunitas dan organisasi mulai menggabungkan aktivitas fisik dengan kampanye sosial, salah satunya melalui ajang lari inklusif.

SEED Inclusivity Program Demo Day: Inovasi Teknologi untuk Teman-teman Disabilitas

Jakarta, 6 Mei 2026 – SEED Inclusivity Program Demo Day menampilkan berbagai inovasi teknologi yang bisa membantu teman-teman disabilitas. Ajang ini menjadi tahap kedua program SEED Inclusivity yang diinisiasi oleh Seedstar dengan dukungan Visa Foundation. Menampilkan 17 perusahaan rintisan atau startup teknologi dari berbagai negara di Asia, acara ini menghadirkan solusi dan inovasi teknologi yang fokus pada inklusi disabilitas di Jakarta.

Berkolaborasi dengan para startup, program ini bertujuan menjangkau segmen pasar yang masih terabaikan di kawasan Asia, di mana terdapat sekitar 690 juta penyandang disabilitas. Melalui program ini, diharapkan pendanaan untuk pasar potensial ini bisa semakin terbuka.

Perjuangan Penyandang Disabilitas Mendapat Kesetaraan

Tahap pertama program SEED Inclusivity telah membuktikan pertumbuhan yang signifikan dengan dampak yang melibatkan hampir tiga juta orang dan berhasil menggalang pendanaan lebih dari US$12 juta. Sebagai contoh, pendiri dan CEO Parakerja, Rezki Achyana, berhasil masuk dalam daftar ‘Forbes 30 Under 30 Asia’ pada 2024.

Salah satu startup yang mengalami peningkatan signifikan adalah platform penempatan kerja disabilitas yang meningkatkan pendapatannya sebesar 42 persen setelah mengikuti program SEED Inclusivity. Dengan pertumbuhan tim penuh waktu dari 9 menjadi 16 karyawan, program ini berhasil memperkuat keyakinan dalam mendukung penyandang disabilitas untuk berwirausaha.

Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas: Kisah Sukses dari Indonesia

Berbagai startup Indonesia hadir dengan solusi inovatif untuk mendukung kebutuhan pasar lokal, seperti:

  • PetaNetra: Navigasi berbasis AR dan AI untuk tunanetra bergerak mandiri di area indoor.
  • Silang.id: Platform digital yang menghubungkan komunitas Tuli dengan penerjemah bahasa isyarat on-demand.
  • Karla Bionics: Pengembangan perangkat bionik dan rehabilitasi berbasis riset pengguna.

Startup lainnya termasuk Bioniks (Pakistan) yang menyediakan kaki palsu berbasis AI dan I-Stem (India/USA) yang membantu akses karir dan pendidikan digital melalui AI.

Source link