Platform Bridge Kripto Garden Finance Diretas, Aset Rp 201 Miliar Raib
Keamanan platform kripto Garden Finance terus menjadi sorotan setelah mengalami peretasan besar yang mengakibatkan kerugian sekitar USD 11,4 juta atau setara dengan Rp 201 miliar. Serangan tersebut terjadi setelah hacker berhasil membobol salah satu operator solver independen milik platform ini.
Operasi Penyusun Solver Tersusup
Menurut laporan insiden yang dirilis pada 28 Januari 2026 dan dikutip dari CoinMarketCap, Garden Finance menjelaskan bahwa pelaku berhasil mendapatkan akses tidak sah ke infrastruktur private milik operator solver. Hal ini menyebabkan aset kripto di berbagai blockchain seperti Ethereum, Solana, dan BNB Chain berhasil dikuras.
Meskipun demikian, tim Garden menegaskan bahwa kontrak inti protokol dan dana pengguna tidak terdampak oleh insiden ini. Co-founder Garden Finance, Jaz Gulati, sebelumnya telah mengonfirmasi serangan tersebut kepada Cybernews pada 31 Oktober 2025. Meski merugi sekitar USD 11 juta, Gulati menekankan bahwa sistem protokol utama tetap aman.
Tawaran Hadiah kepada Hacker
Berdasarkan kronologi yang dipublikasikan, diperkirakan eksploitasi terjadi sekitar 30 Oktober 2025. Setelah serangan terjadi, Garden dengan cepat mengirim pesan bounty kepada alamat wallet milik hacker melalui jaringan blockchain. Mereka menawarkan hadiah sebesar 10 persen dari total aset yang dicuri jika pelaku mau mengembalikan sisanya ke alamat pemulihan yang telah disiapkan. Namun, upaya Garden tersebut tidak membuahkan hasil.




