Harga Bitcoin Turun Terpengaruh Kenaikan Ketegangan AS-Iran

by -27 Views

Harga Bitcoin Turun Mendekati US$ 70.000 Akibat Ketegangan AS-Iran

Pada Senin malam, 1 Juni 2026, harga bitcoin (BTC) terkoreksi mendekati US$ 70.000 atau sekitar Rp 1,24 miliar. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta penjualan BTC oleh Strategy yang mempengaruhi aset berisiko.

Berdasarkan laporan the block, bitcoin sebagai kripto terbesar di dunia turun sebesar 4,2% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 70.587 atau sekitar Rp 1,25 miliar. Sementara Ethereum mengalami penurunan 1,1% menjadi US$ 1.986 atau sekitar Rp 35,44 juta. Begitu pula dengan BNB yang terpangkas 2,4%, XRP melemah 3,8%, dan Solana turun 2,8%.

Ketegangan Geopolitik dan Penjualan BTC oleh Strategy

Pada pukul 13.52 WIB, 2 Juni 2026, harga bitcoin terpangkas 3,97% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 70.191 atau sekitar Rp 1,25 miliar. Analis Zeus Research, Dominick John, menyatakan bahwa ketegangan AS-Iran yang meningkat telah mempengaruhi pasar kripto, di mana investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi akibat ketidakpastian di Selat Hormuz.

Situasi geopolitik semakin memanas setelah Iran menangguhkan negosiasi dengan AS sebagai respons terhadap serangan militer Israel di Lebanon. Meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan masih berlangsung, adu mulut antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai rencana Israel turut memperumit situasi.

Penjualan BTC oleh Strategy

Strategy juga mengumumkan penjualan 32 BTC dengan total nilai sekitar US$ 2,5 juta atau sekitar Rp 44,6 miliar. Penjualan tersebut dilakukan dengan harga rata-rata US$ 77.135 atau sekitar Rp 1,37 miliar per bitcoin antara 26 Mei dan 31 Mei. Meskipun jumlah bitcoin yang dijual tidak signifikan, hal ini memberikan sinyal kepada pasar bahwa perusahaan perbendaharaan bitcoin besar seperti Strategy juga mengalami tekanan akibat penurunan harga kripto.

Source link