Harga Bitcoin Terjun Bebas, Korban Strategi Jual
Harga bitcoin (BTC) terus merosot tajam pada Selasa, 2 Juni 2026. Mata uang digital ini turun di bawah angka US$ 67.000 atau setara dengan Rp 1,19 miliar. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual dari Strategy yang membuat harga bitcoin berada di posisi US$ 66.657 atau sekitar Rp 1,19 miliar.
Koreksi Harga Bitcoin dan Faktor Penyebabnya
Menurut data coinmarketcap, harga bitcoin mengalami penurunan signifikan, mencapai 6,48% dalam rentang waktu 24 jam. Dalam satu minggu terakhir, harga bitcoin telah tergerus sebesar 12,09%. Penjualan bitcoin pertama oleh Strategy setelah beberapa tahun menjadi salah satu pemicu penurunan harga ini.
Bukan hanya itu, arus keluar dana dari Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin Spot AS juga turut memengaruhi pergerakan harga bitcoin. Selain itu, volume perdagangan bitcoin mencapai US$ 739 juta atau sekitar Rp 13,20 triliun yang terkait dengan dompet Mt.Gox juga ikut berperan dalam penurunan harga.
Peringatan dari Ekonom Terkait Penurunan Harga Bitcoin
Dampak dari penurunan harga juga tercermin dalam sentimen pasar. Indeks Crypto Fear and Greed menunjukkan angka 26 dari 100, menunjukkan kekhawatiran yang mengendap di kalangan pelaku pasar. Lebih dari US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 21,43 triliun aset kripto dilikuidasi dalam 24 jam sebelumnya.
Ekonom Peter Schiff turut angkat bicara terkait penurunan harga bitcoin ini. Dia mengingatkan bahwa situasi ini dapat berdampak lebih luas di luar pasar kripto. Menurutnya, tekanan penurunan harga bitcoin bisa menjadi isu politis jika terus memburuk.
Peter Schiff bahkan menyebut bahwa donatur bitcoin Trump maupun bisnis keluarganya mungkin akan turun tangan untuk menyelamatkan investor bitcoin dan industri kripto. Dia memperkirakan perlunya campur tangan Partai Republik dan Demokrat untuk mengatasi situasi ini.




