Reaksi Sarkas Dokter Tirta Soal Rupiah Anjlok: Ndasku Mumet!

by -21 Views

Rupiah Melemah, Dokter Tirta Beri Respon Sarkastis

Pada Kamis, 4 Juni 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perbincangan utama di berbagai media sosial. Kurs rupiah disebut telah mencapai Rp18.000 per dolar AS, memicu beragam tanggapan dari masyarakat dan tokoh publik.

Dokter Tirta dan Responnya yang Mengundang Perhatian

Salah satu komentar yang menarik datang dari Dokter Tirta, seorang dokter yang juga dikenal sebagai seorang influencer. Melalui akun media sosialnya, ia memberikan respons dengan gaya sarkastis terkait kondisi ekonomi yang sedang hangat diperbincangkan.

Dokter Tirta dikenal sering mengomentari isu-isu sosial secara khas dengan sentuhan humor, sindiran, dan kritik. Komentarnya kali ini menyentuh berbagai narasi yang sering muncul ketika mata uang rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS.

Unggahan Sindiran yang Menyentil

Dalam salah satu tulisannya, Dokter Tirta menyampaikan, “Tenang, walau 1 dolar sekarang udah 18.000. Itu artinya rupiah lagi dilemahkan, biar ekspor joss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.” Unggahan tersebut langsung menuai beragam tanggapan dari warganet.

Dokter Tirta juga menyinggung sejumlah indikator yang kerap dijadikan alasan bahwa kondisi ekonomi masih terkendali dengan cara yang menyentil. “Amanlah. Itu buktinya ibox, resto mewah, event-event fashion tetap rame. Ini ulah mata-mata asing yang membuat gaduh. Jaya jaya jaya,” ungkapnya.

Respon-respon Dokter Tirta berhasil menyita perhatian karena dianggap mencerminkan keresahan dan kebingungan sebagian masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini. Ungkapan-ungkapannya yang tajam dan emosional juga mencerminkan atmosfer yang hangat dalam diskusi mengenai isu ekonomi nasional.

Selain itu, Dokter Tirta juga membagikan unggahan lain yang sarat sindiran, di mana ia menjelaskan bahwa olahraga menjadi salah satu cara untuk meredakan stres akibat persoalan ekonomi yang tengah terjadi.

Source link