Zimbabwe Resmi Berikan Lisensi Kripto
Setelah memberlakukan aturan baru terkait kripto, Zimbabwe kini bergabung dengan negara-negara lain di Afrika yang telah memberikan lisensi untuk layanan terkait kriptocurrency. Keputusan ini diambil untuk mengatur dan mengawasi kegiatan yang melibatkan kripto di negara tersebut.
Afrika Lain yang Telah Mengatur Kripto
Negeri tetangga Zimbabwe, seperti Afrika Selatan dan Nigeria, telah lebih dulu mengatur kripto di wilayah mereka. Afrika Selatan memberlakukan pengawasan melalui Financial Sector Conduct Authority, sementara Nigeria melalui Securities and Exchange Commission yang memberikan lisensi kepada bursa lokal Quidax.
Kenya juga tidak ketinggalan dengan Undang-Undang Penyedia Layanan Aset Virtual yang mulai berlaku sejak November. Regulasi ini membagi pengawasan antara bank sentral dan Otoritas Pasar Modal di negara tersebut.
Persyaratan Lisensi di Zimbabwe
Di Zimbabwe, biaya untuk mendapatkan lisensi kripto tergolong rendah, hanya sekitar US$ 500. Hal ini jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan persyaratan di negara lain seperti Nigeria yang mensyaratkan calon penyedia layanan untuk menyimpan 500 juta Naira di rekening bank lokal.
Keputusan Zimbabwe untuk menerapkan persyaratan yang lebih sederhana dalam mendapatkan lisensi kripto diharapkan dapat memikat para pelaku pasar informal untuk beralih ke sistem formal yang diatur pemerintah, sehingga meningkatkan transparansi dan keamanan dalam bertransaksi.
Transaksi Kripto Meningkat di Afrika
Penggunaan kriptocurrency di seluruh wilayah Afrika terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Indeks Adopsi Kripto Global 2025 dari Chainalysis, transaksi kripto di Afrika Sub-Sahara mencapai lebih dari US$ 205 miliar antara Juli 2024 dan Juni 2025, naik 52% dibandingkan tahun sebelumnya.
Para pelaku pasar kripto di Harare, seperti Jeffrey Mutambiranwa, menyambut baik perubahan regulasi di Zimbabwe. Baginya, ini adalah langkah positif yang memungkinkan para pedagang beroperasi secara legal dan terbuka, tanpa harus khawatir melakukan kegiatan ilegal.
