Bitcoin Meroket Setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Harga Bitcoin melonjak ke level tertinggi dalam dua minggu setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan serta membuka kembali Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global yang selama berbulan-bulan membebani sentimen investor.
Bitcoin Naik Menyentuh US$ 65.844
Berdasarkan data CoinDesk pada Senin, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 65.844, mengalami kenaikan 2,1 persen dalam 24 jam terakhir. Sebelumnya, aset kripto terbesar di dunia itu sempat menyentuh level terendah harian di sekitar US$ 63.722 pada awal perdagangan Asia sebelum kabar kesepakatan AS-Iran muncul.
Kenaikan harga Bitcoin membuat aset ini kini berada sekitar 9 persen di atas posisi terendah pekan sebelumnya yang turun di bawah US$ 60.000. Level tersebut merupakan titik terlemah Bitcoin sejak Oktober 2024.
Kenaikan Harga Pada Aset Kripto Lain
Pergerakan positif juga terlihat pada aset kripto lainnya. Ether naik 2,5 persen menjadi US$ 1.721, sementara Solana menguat 3,6 persen ke level US$ 71. XRP juga mengalami kenaikan sebesar 3,2 persen menjadi US$ 1,19.
Diantara aset kripto utama, token HYPE milik Hyperliquid menjadi yang paling menonjol setelah melonjak 7,5 persen hingga mendekati US$ 65. Sementara itu, BNB dan Dogecoin masing-masing mencatat kenaikan lebih dari 1 persen.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
