Target pengesahan Clarity ACT sebelum 4 Juli mendapat perhatian serius, namun hambatan untuk mencapainya tetap ada.
Masih Banyak Tahapan yang Harus Dilalui
Saat ini, masih terdapat sejumlah tahapan legislatif yang harus diselesaikan dengan cepat sebelum Clarity ACT bisa disahkan.
Para legislator harus merapatkan barisan dan menyelesaikan perbedaan pandangan yang ada, termasuk terkait ketentuan etika dalam regulasi tersebut.
Selain itu, berbagai rancangan aturan yang berbeda harus digabungkan menjadi satu naskah final yang mendapat dukungan minimal 60 suara di Senat AS.
Setelah itu, regulasi tersebut masih harus melalui persetujuan dari kedua kamar Kongres.
Isu Substansial Menjadi Perdebatan
Dalam proses penggodokan Clarity ACT, masih terdapat isu substansial yang menjadi perdebatan di antara anggota parlemen.
Salah satunya adalah terkait apakah pemegang stablecoin boleh memperoleh pendapatan pasif hanya dengan menyimpan aset digital tersebut.
Ada anggota parlemen yang mendukung pembatasan produk yang menawarkan imbal hasil pasif, namun ada pula yang ingin memberikan insentif terbatas terkait aktivitas tertentu dalam platform kripto.
Pembagian Kewenangan Pengawasan Industri Kripto
Clarity ACT juga mencoba untuk membagi kewenangan pengawasan industri kripto antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Regulasi ini akan menentukan klasifikasi aset digital mana yang diatur sebagai sekuritas dan mana yang dianggap komoditas.
