Morgan Stanley Yakin Harga Bitcoin Akan Tembus US$1 Juta
Morgan Stanley’s Digital Asset Strategy Head, Amy Oldenburg, mempertahankan optimisme atas potensi harga bitcoin (BTC) di masa depan. Dengan prediksinya, harga bitcoin bisa mencapai US$1 juta atau sekitar Rp 17,75 miliar dengan asumsi kurs dolar AS sebesar 17.750 rupiah. Namun, untuk mencapai level tersebut, dibutuhkan katalis utama yang mampu menggerakkan pasar.
Adopsi Bitcoin dan Potensi Perkembangannya
Menurut laporan yang dikutip dari Yahoo Finance pada Rabu, 17 Juni 2026, Morgan Stanley telah meluncurkan Exchange-Traded Fund (ETF) yang terkait dengan bitcoin di Amerika Serikat. Pendapatannya meraih debut terbaik dalam sejarah perusahaan tersebut. Oldenburg menekankan pentingnya adopsi bitcoin dalam jangka panjang, mengingat perusahaan di Wall Street mulai mengembangkan produk-produk terkait kripto.
Walau Morgan Stanley merekomendasikan alokasi bitcoin sebesar 0%-2% dalam beberapa portofolio, dan 2%-4% dalam portofolio yang lebih agresif, adopsi kripto di kalangan penasihat keuangan masih lambat. Ketidaksesuaian ini disebabkan oleh kurangnya edukasi mengenai kripto. Yang membuat Oldenburg menegaskan bahwa kripto masih memiliki potensi untung besar pada tahun-tahun mendatang.
Prediksi Harga Bitcoin Menuju Tahun 2030
Oldenburg optimis melihat masa depan bitcoin, dengan target harga mencapai US$1 juta pada tahun 2030. Tidak seperti saat ini, di mana harga bitcoin masih berada di kisaran US$64.845, atau sekitar Rp 1,15 miliar dengan asumsi kurs dolar AS 17.750 rupiah. Meski harga kini turun 2,58% dalam 24 jam terakhir, namun naik 5,88% dalam seminggu terakhir.
Mengakhiri analisisnya, Morgan Stanley menyarankan agar investor tidak menganggap remeh potensi bitcoin dibandingkan kripto lainnya seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP, karena setiap kripto memiliki tujuan dan karakteristik yang berbeda.
Seiring dengan evolusi pasar kripto yang terus bergerak, katalis kuat diperlukan untuk menggerakkan adopsi bitcoin ke level berikutnya, menyusul tren lanjutan hingga tahun 2030.
