VIVA – Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) kini mulai memberikan dampak signifikan pada dunia kerja. Bukan sekadar perdebatan, sejumlah perusahaan besar di seluruh dunia kini mulai merasakan efisiensi tenaga kerja akibat adopsi teknologi AI.
### Manusia dengan Skill Ini Dijamin Semakin Dicari Perusahaan Besar di Tengah Gempuran AI
Berbagai laporan media internasional menunjukkan bahwa gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terkait dengan penggunaan AI sudah terlihat di sektor-sektor seperti teknologi, layanan pelanggan, administrasi, dan pekerjaan rutin.
### Intip Teknologi Baru Taiwan di Indonesia
Perusahaan global memotong ribuan posisi pekerjaan sambil meningkatkan investasi pada AI. Dengan alasan bahwa otomatisasi dapat meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional.
### Perusahaan Mulai Mengalihkan Investasi ke AI
Perusahaan-perusahaan besar telah memulai langkah memangkas posisi pekerjaan dalam upaya meningkatkan efisiensi dengan beralih pada teknologi AI, seperti yang dilaporkan oleh Reuters. Penurunan drastis angka karyawan telah terlihat di beberapa korporasi terkemuka, seperti Amazon dan Intuit, sebagai bagian dari restrukturisasi yang didorong oleh kehadiran AI.
Dampak negatif dari adopsi AI pada lapangan kerja juga semakin terasa. Berdasarkan perkiraan Goldman Sachs, angka pengangguran potensial akan meningkat akibat otomatisasi AI, terutama pada sektor yang paling rentan.
Para analis, meskipun mengingatkan bahwa tidak semua PHK disebabkan oleh AI sepenuhnya, tetapi faktor-faktor seperti kondisi ekonomi global, restrukturisasi perusahaan, dan kebijakan penghematan biaya masih turut berperan dalam pengurangan tenaga kerja.
Dengan demikian, pengaruh AI terus berkembang dalam dunia kerja dan menuntut adaptasi yang cepat dari seluruh sektor industri demi menghadapi perubahan yang semakin nyata dan terasa.
