Pedagang Cryptocurrency Pesimistis terhadap Harga Bitcoin dan Ethereum Menjelang Kenaikan Suku Bunga
Para trader atau pedagang Bitcoin dan Ethereum tampaknya semakin pesimistis terhadap masa depan harga aset kripto ini melalui pasar prediksi. Hal ini dipicu oleh sikap hawkish yang ditunjukkan oleh ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) baru-baru ini.
Kenaikan Suku Bunga Federal Reserve
Mengutip Yahoo Finance, terjadi penurunan harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masing-masing sekitar 5% dalam 24 jam terakhir pasca pertemuan pertama Kevin Warsh. Menurut data Coinmarketcap, harga Bitcoin menurun 2,5% dalam sehari dan 0,98% dalam seminggu terakhir. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan seharga USD 62.886 atau sekitar Rp 1,11 miliar.
Traders Prediksi Kenaikan Suku Bunga
Traders mulai kehilangan harapan terhadap potensi penurunan suku bunga tahun ini. Diperkirakan sekitar 80% dari mereka tidak menanti adanya penurunan suku bunga, sementara sebaliknya, ada prediksi kenaikan suku bunga pada akhir tahun berdasarkan CME FedWatch.
Penurunan harga Bitcoin dan Ethereum menciptakan pergerakan signifikan di pasar “Pump or Dump” di mana pengguna pasar prediksi diminta untuk mempertimbangkan apakah harga suatu aset akan naik atau turun. Peluang Bitcoin turun hingga US$55.000 telah meningkat menjadi 72%, sebelum kembali naik ke US$84.000.
Di sisi lain, para trader lebih yakin bahwa Ethereum akan turun menuju US$1.500 daripada naik ke US$3.000. Peluang Ethereum mencapai harga US$1.500 lebih tinggi dengan 83% kemungkinan. Harga Ethereum saat ini berada di US$1.697 atau sekitar Rp 30,20 juta.
Analisis Bitfire Research menyatakan bahwa harga Bitcoin saat ini telah mencapai “high value”. Namun, setiap keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pembaca, dan penelitian mendalam sebelum melakukan transaksi di pasar cryptocurrency sangat dianjurkan.
