Harga Bitcoin Masih Lesu di Tahun 2026
Di tahun 2026, harga bitcoin (BTC) masih menunjukkan performa yang lesu. Meskipun pada Oktober 2025, harga bitcoin sempat mencapai level tertinggi hingga US$ 126.000 atau setara dengan Rp 2,24 miliar dengan kurs dolar AS sebesar 17.820. Lonjakan harga tersebut dipicu oleh kenaikan arus masuk exchange traded fund (ETF) spot, adopsi institusional, dan sentimen positif terkait regulasi yang lebih bersahabat.
Namun, saat ini harga bitcoin cenderung stagnan. Pada pukul 11.39 WIB tanggal 20 Juni 2026, harga bitcoin naik 1,55% dalam 24 jam terakhir, mencapai angka USD 63.482 atau sekitar Rp 1,13 miliar dengan kurs dolar AS sebesar 17.820.
Faktor Koreksi Harga Bitcoin
Koreksi harga bitcoin pada saat ini dipicu oleh beberapa faktor. Mulai dari valuasi yang terlalu tinggi, ketegangan geopolitik yang meningkat, hingga pasar yang semakin sensitif terhadap kebijakan suku bunga. Menurut Analis Bernstein Gautam Chhugani, bitcoin masih tetap menjadi pilihan investasi yang menarik sebagai diversifikasi dari pasar lain yang dipacu oleh artificial intelligence (AI).
Adanya kecenderungan siklus harga bitcoin juga membuat pembeli cenderung ragu-ragu dalam melakukan transaksi. Faktor seperti meredanya ketegangan perang Iran dan harapan mengenai prospek arus ETF turut memengaruhi pergerakan harga bitcoin.
Prediksi Harga Bitcoin Menurut CEO Coinbase dan Pendiri Binance
Meskipun harga bitcoin masih lesu, CEO Coinbase Brian Armstrong dan pendiri Binance Changpeng Zhao memberikan pandangan optimis terkait kondisi saat ini. Meskipun demikian, keduanya tidak lantas memberikan prediksi harga spesifik terhadap bitcoin di masa depan.
