Partai Republik di AS Lebih Banyak Adopsi Kripto
Berdasarkan data dari Morning Consult, terjadi kesenjangan yang signifikan antara Partai Republik dan Partai Demokrat dalam adopsi aset kripto di Amerika Serikat. Kesimpulan ini diungkapkan oleh Jake Yokley, seorang analis senior Morning Consult, yang menyatakan bahwa kesenjangan tersebut mulai terlihat sejak pertengahan tahun 2023 dan semakin mencolok menjelang pemilihan 2024.
Alasan Pergeseran Dukungan Kripto
Menurut Yokley, salah satu faktor yang mempengaruhi pergeseran ini adalah dukungan dan adopsi kripto oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Meskipun sektor kripto dianggap bersifat bipartisan, namun prioritas deregulasi dan ketidaksetujuan terhadap penegakan hukum dalam sektor ini lebih condong ke arah kebijakan yang menguntungkan korporasi, yang cenderung terkait dengan Partai Republik.
Sikap Trump terhadap kripto telah mengalami perubahan signifikan sejak awal masa jabatannya. Pada tahun 2019, Trump secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kripto, dengan alasan bahwa mata uang digital tersebut rentan terhadap aktivitas ilegal seperti perdagangan narkoba. Namun, belakangan ini, Trump dan keluarganya mulai terlibat dalam bisnis aset digital, yang turut meningkatkan kekayaan keluarga mereka.
Pada tahun 2022, Trump bahkan meluncurkan koleksi token non-fungible (NFT) pertamanya yang dijuluki “Koin Trump”, dengan harga mencapai US$ 99 atau sekitar Rp 1,76 juta. Koleksi NFT tersebut menampilkan gambar kartun Trump dalam berbagai pose pahlawan. Selain itu, keluarga Trump juga telah memperkenalkan penawaran digital lainnya, termasuk NFT tambahan, serta mendirikan usaha kripto World Liberty Financial serta menciptakan koin digital bernama $trump dan $melania.
