Bitcoin Stabil di Level US$ 64.000, Investor Tunggu Perkembangan Gencatan Senjata AS-Iran
Bitcoin dan Aset Kripto Utama
Bitcoin (BTC) masih bertahan stabil di kisaran US$ 64.000 pada akhir pekan setelah mengalami tekanan pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026. Investor pasar kini menantikan perkembangan negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang bisa memengaruhi sentimen aset berisiko, termasuk mata uang kripto.
Menurut Coindesk, Senin (22/6/2026), harga Bitcoin berada di sekitar US$ 64.200 dengan kenaikan 0,9% dalam 24 jam terakhir. Meskipun begitu, pergerakan harga dalam satu minggu masih berada pada level yang datar setelah sebelumnya sempat merosot di bawah US$ 63.000 pada Jumat lalu akibat kehati-hatian investor.
Selain Bitcoin, sebagian besar aset kripto utama juga mengalami kenaikan. Ether menguat 0,5% dalam satu hari dan naik 3,3% sepanjang minggu menjadi US$ 1.734.
Kenaikan Lainnya
Solana juga mengalami kenaikan 1,5% ke level US$ 73, sementara Tron naik 1,2%. Namun, token HYPE milik Hyperliquid turun 2% dalam sehari, meskipun tetap menjadi aset dengan performa terbaik selama seminggu terakhir setelah melonjak 14,8%.
Namun, Dogecoin justru mengalami penurunan paling signifikan. Koin meme ini melemah 4,9% dalam tujuh hari terakhir, menjadi aset dengan kinerja terburuk di antara aset kripto utama.
Stabilitas Bitcoin Menanti Perkembangan Terbaru
Secara keseluruhan, Bitcoin belum menunjukkan arah pergerakan yang jelas sepanjang minggu ini. Harga sempat menguat setelah kesepakatan antara Iran dan AS, namun kembali terkoreksi pada Jumat karena sentimen penghindaran risiko yang meningkat di pasar global.
Menuju akhir pekan, harga Bitcoin diam di tempat karena investor memilih menunggu perkembangan terkini dari proses negosiasi kedua negara.
