Peretasan Kripto Tembus Rekor Selama Kuartal II 2021
Peretasan kripto semakin meningkat selama kuartal II 2021, dengan kerugian mencapai US$351 juta yang sebagian besar berasal dari celah keamanan jembatan lintas rantai (cross-chain bridge). Selain itu, insiden pencurian kredensial administrator dan manipulasi harga token palsu juga turut menyumbang pada angka kerugian yang signifikan.
Frekuensi Serangan Tetap Tinggi
Data CertiK menunjukkan bahwa frekuensi serangan tetap tinggi sepanjang kuartal II. Pada bulan April tercatat 58 insiden, diikuti dengan 60 insiden pada bulan Mei, dan 25 insiden hingga pertengahan Juni. Meskipun angka ini cukup tinggi, sebagian besar serangan cenderung bernilai relatif kecil jika dibandingkan dengan kasus besar di masa lalu.
Para pelaku peretasan juga mulai melirik kontrak pintar (smart contract) lama yang sudah tidak digunakan. Kasus-kasus terbaru seperti yang menimpa Aztec Connect dan Thetanuts Finance merupakan contoh bagaimana kontrak lama yang tidak dikelola secara aktif rentan terhadap serangan peretas.
Sebagai bagian dari ekosistem kripto yang terus berkembang, keamanan menjadi hal yang harus senantiasa diperhatikan. Para pengembang dan pengelola proyek kripto perlu terus meningkatkan sistem keamanan agar dapat melindungi aset pengguna dari ancaman peretasan yang semakin canggih.
