Bitcoin: Masa Depannya Dalam Tanda Tanya
Bitcoin, kripto paling populer di dunia, mulai kehilangan momentum menurut beberapa analis keuangan terkemuka. Pendiri SkyBridge Capital, Anthony Scaramucci, menyampaikan pandangannya dalam podcast All-In Markets bahwa minat terhadap Bitcoin telah menurun drastis.
Sikap Investor dan Momentum Pada Bitcoin
Menurut Scaramucci, ada kecenderungan sikap apatis di kalangan investor terhadap Bitcoin. Hal ini terlihat dari menurunnya aktivitas pencarian di Google serta penurunan minat dari kalangan ritel. CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz, juga menambahkan bahwa saat ini Bitcoin kekurangan momentum yang diperlukan untuk pertumbuhan lebih lanjut.
Novogratz menyebut Bitcoin sebagai merek yang bagus, namun mengungkapkan bahwa saat ini kurangnya energi dan kurangnya minat dari pembeli baru membuatnya sulit untuk melanjutkan lonjakan harga yang sebelumnya terjadi. Meskipun demikian, Scaramucci menegaskan bahwa periode antusiasme rendah biasanya diikuti dengan lonjakan harga yang signifikan.
Prospek Trader Bitcoin
Dalam pandangan Novogratz, tesis investasi jangka panjang pada Bitcoin masih tetap relevan. Ia yakin bahwa narasi Bitcoin akan kembali menguat, terutama jika The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) mengubah kebijakannya. Bagi investor jangka panjang, Novogratz menyarankan untuk tetap tenang dan menunggu hingga “Maret tahun depan sebelum Anda mulai berpikir” untuk melakukan langkah-langkah investasi selanjutnya.
Perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi memiliki risiko tersendiri. Sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual kripto seperti Bitcoin, sangat penting untuk melakukan riset dan analisis mendalam. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang dibuat pembaca, termasuk segala keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul.
