Andy Utama Bersama Paseban Foundation Perkuat Pemulihan Ekologi

by -57 Views

Upaya pelestarian keanekaragaman hayati terus menjadi fokus penting di Lanskap Megamendung, Kabupaten Bogor. Pada hari Selasa (9/6/2026), dua ekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dilepasliarkan oleh Kementerian Kehutanan. Selain itu, Lembah Aviary Paseban dan Penangkaran Rusa Timor turut diresmikan sebagai bagian dari strategi pemulihan ekosistem di kawasan tersebut. Seluruh kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol pelestarian, tetapi juga menggambarkan komitmen jangka panjang terhadap perlindungan alam di Jawa.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, yang mewakili Menteri Kehutanan, menegaskan pentingnya sinergi semua pihak. Menurutnya, keterlibatan multipihak seperti pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga organisasi independen sangat dibutuhkan dalam upaya konservasi. Satyawan mengungkapkan, Megamendung telah membuktikan bahwa pelestarian flora, fauna, serta pembangunan berkelanjutan bisa berjalan berdampingan dan saling memperkuat.

Dua individu Elang Jawa yang dilepasliarkan, Agni (betina) dan Beta (jantan), sebelumnya menjalani karantina, habituasi, dan rehabilitasi selama dua setengah tahun lebih. Proses panjang tersebut memastikan mereka siap bertahan dan kembali ke habitat aslinya di alam liar. Agni berasal dari Pusat Konservasi Elang Kamojang, sementara Beta dari Yayasan Konservasi Cikananga. Demi menjamin keberlanjutan adaptasi kedua Elang tersebut, perangkat GPS tracker pun dipasangkan untuk memonitor pergerakan dan belajar dari pola hidup mereka di alam bebas.

Elang Jawa sendiri merupakan ikon satwa endemik Pulau Jawa, statusnya sangat dilindungi dan menjadi indikator utama kesehatan ekosistem hutan pegunungan di pulau ini. Melalui kegiatan pelepasliaran dan pemantauan, diharapkan populasi Elang Jawa tetap terjaga sekaligus menjadi contoh baik bagi upaya konservasi spesies lokal lainnya.

Kementerian Kehutanan juga meluncurkan Lembah Aviary Paseban sebagai fasilitas konservasi ex-situ bersifat nonkomersial. Di tempat ini, berbagai jenis burung asli Indonesia dapat dikembangbiakkan, dipelajari, serta disiapkan untuk dilepasliarkan kembali. Selain mendukung pendidikan lingkungan, fasilitas ini akan membantu penelitian dan meningkatkan kesadaran pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati.

Penangkaran Rusa Timor yang diresmikan bersamaan difungsikan menjadi pusat konservasi sekaligus sarana edukasi lingkungan. Kedua fasilitas baru tersebut diharapkan memberi kontribusi nyata pada upaya peningkatan populasi satwa liar dan memperbaiki ekosistem di kawasan Megamendung.

Seluruh langkah konservasi di Megamendung digawangi oleh Yayasan Paseban, melalui pendekatan yang menyatukan konservasi, pertanian organik, pembelajaran ekologi, penelitian, dan penguatan komunitas masyarakat lokal. Prinsip utama Yayasan adalah menjaga keseimbangan antara pemulihan alam dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.

Andy Utama selaku Pembina Yayasan Paseban menyampaikan bahwa target utamanya adalah mengembalikan Megamendung mendekati kondisi alaminya seperti seratus tahun silam. Ia menyadari masa lalu tidak bisa sepenuhnya kembali, tetapi perbaikan fungsi ekologi, perlindungan habitat, penjagaan sumber air, dan pewarisan lingkungan kepada generasi mendatang masih bisa diupayakan dan menjadi tanggung jawab bersama.

Wiratno, sebagai penasihat Yayasan Paseban, menilai bahwa kawasan Megamendung memegang peranan strategis dalam jaringan ekologi di Jawa Barat. Lanskap ini terkoneksi langsung dengan kawasan konservasi nasional, seperti Cagar Biosfer Cibodas, sehingga memberikan manfaat ekologis sampai ke wilayah hilir dan masyarakat sekitar.

Menjadi rumah bagi satwa langka seperti Owa Jawa, Surili, Lutung Jawa, Trenggiling Sunda, Garangan, dan Landak Jawa, Megamendung makin menegaskan dirinya sebagai penyangga keanekaragaman hayati penting Pulau Jawa. Walau tekanan pembangunan semakin tinggi, keberadaan fauna-fauna tersebut menandakan fungsi ekologis kawasan masih bertahan dan patut terus dijaga keutuhannya untuk masa depan.

Sumber: Paseban Foundation Perkuat Megamendung Sebagai Benteng Konservasi Satwa Liar
Sumber: Kemenhut Lepasliarkan Dua Elang Jawa Dan Resmikan Fasilitas Konservasi Di Megamendung