Permintaan Bitcoin Menurun, Harga Masih Bertahan di Area Support
Permintaan terhadap Bitcoin masih berada di bawah tekanan. Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa permintaan riil Bitcoin turun ke level terendah sepanjang siklus pasar saat ini, meski harga aset kripto tersebut tetap bertahan di atas level support penting.
Apparent Demand Bitcoin di Bawah Nol
Data terbaru menunjukkan bahwa apparent demand Bitcoin turun ke level terendah dalam siklus saat ini, yakni minus 273.000 BTC. Hal ini mengindikasikan tekanan jual yang lebih besar dibandingkan dengan permintaan baru dari investor. Indikator ini berada di zona negatif selama 208 hari berturut-turut.
Pada periode November 2025 hingga Mei 2026, indikator apparent demand sempat bergerak di kisaran nol hingga minus 150.000 BTC. Meskipun terjadi beberapa pemulihan, namun belum mampu membawa indikator kembali ke zona positif. Penurunan terbaru menunjukkan bahwa Bitcoin lama kembali masuk ke pasar, menandakan aktivitas distribusi aset yang masih dominan.
Harga Bitcoin Bertahan di Area Support
Meskipun permintaan menurun, harga Bitcoin masih bertahan di area support penting. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 59.703 atau turun sekitar 2,93 persen dari hari sebelumnya. Harga sempat merosot akibat tekanan jual, namun aksi beli segera muncul ketika menyentuh level US$ 58.500.
Ketika harga menguji area tersebut, pembeli dapat mempertahankan level sehingga Bitcoin pulih mendekati level psikologis US$ 60.000. Hal ini menandakan adanya minat beli yang cukup kuat di bawah level US$ 59.000. Meski terdapat penurunan dalam permintaan, investor tetap tertarik untuk mempertahankan Bitcoin di level support penting.
