Harga Kripto Mayoritas Turun, Stellar XLM Menjadi Pengecualian
Seiring dengan turunnya harga kripto selama 24 jam terakhir, mayoritas aset digital mengalami pelemahan. Dari Bitcoin hingga sejumlah altcoin utama, tekanan jual masih mendominasi pasar. Namun, di tengah penurunan tersebut, Stellar (XLM) mampu mencatatkan kenaikan yang signifikan.
Kondisi Pasar Kripto Saat Ini
Menurut data dari Coinmarketcap.com pada Rabu (1/7/2026), Bitcoin masih memimpin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar yakni mencapai US$ 1,17 triliun. Meskipun demikian, harga Bitcoin turun 2,72% menjadi US$ 58.495,09 dalam 24 jam terakhir.
Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan, diperdagangkan pada level US$ 1.566,83 dengan koreksi sebesar 2,45%. Di sisi lain, Stellar (XLM) berhasil mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 6,47% dalam rentang waktu yang sama, menjadi satu-satunya aset dalam daftar 15 besar dengan pertumbuhan positif.
Stablecoin dan Aset Lainnya
Meskipun mayoritas kripto mengalami pelemahan, stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) cenderung stabil dengan penurunan harga yang relatif kecil. Tether memiliki kapitalisasi pasar US$ 184,69 miliar dan diperdagangkan di US$ 0,9983, turun 0,02%. Sementara USDC dengan kapitalisasi pasar US$ 73,51 miliar, diperdagangkan di US$ 0,9993, mengalami pelemahan 0,03%.
Sementara itu, Binance Coin (BNB) yang menempati posisi kelima dalam kapitalisasi pasar dengan nilai US$ 73,42 miliar, mengalami penurunan harga sebesar 2,55% menjadi US$ 544,76 dalam 24 jam terakhir.
Dengan kondisi pasar yang cenderung merah, kenaikan Stellar XLM menjadi sorotan positif. Meskipun demikian, fluktuasi harga kripto tetap menjadi hal yang wajar dalam ekosistem pasar yang dinamis.
