Bupati Purwakarta, Om Zein, dan Kontroversi Lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat”
Pada tanggal 1 Juli 2026, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, menjadi sorotan publik. Sebuah lagu berbahasa Sunda berjudul “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” yang diperkenalkan dalam acara Hajat Bumi di Lingga Mukti telah menuai kontroversi yang tidak terduga. Awalnya dianggap sebagai ungkapan syukur, lirik lagu tersebut kemudian menimbulkan kritik dari berbagai pihak karena dianggap mengandung stereotip gender dan merendahkan perempuan.
Kritik Atalia Praratya terhadap Lirik Lagu Om Zein
Salah satu kritik paling tajam datang dari Atalia Praratya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia mempertanyakan pesan yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut dan menegaskan bahwa liriknya tidak mencerminkan nilai-nilai budaya Sunda yang seharusnya menghormati perempuan.
Profil Singkat Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein
Saepul Bahri Binzein atau Om Zein lahir di Subang, Jawa Barat, pada 14 Agustus 1972. Sebagai politikus Partai Gerindra, ia resmi menjabat sebagai Bupati Purwakarta ke-10 untuk periode 2025-2030 setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 20 Februari 2025. Bersama Wakil Bupati Abang Ijo Hapidin, Om Zein berhasil memenangkan Pilkada Purwakarta 2024 dengan perolehan suara yang signifikan.
Om Zein memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, dimulai dari masa kecil di lingkungan keluarga religius hingga pendidikan formal di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda, di mana ia meraih gelar Sarjana Agama Islam (S.Ag.) pada tahun 1997.
