Citi Pangkas Target Harga Bitcoin dan Ethereum
Baru-baru ini, Citigroup melakukan pemangkasan target harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) dalam jangka waktu 12 bulan. Penurunan target ini dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya terkait dengan ETF.
Faktor Penurunan Harga Kripto
Beberapa faktor yang mempengaruhi harga kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar termasuk menurunnya minat investor, arus keluar dana dari exchange traded fund (ETF), dan kemunduran dalam legislasi kripto di Amerika Serikat.
ETF Bitcoin spot AS mengalami bulan terburuk pada Juni, dengan arus keluar mencapai US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 80,98 triliun. Sementara itu, ETF Ether spot AS juga mencatat arus keluar sebesar US$ 529 juta atau sekitar Rp 9,51 triliun bulan lalu.
Citigroup memperkirakan bahwa adopsi investor yang lebih luas akan tertunda hingga terjadi katalis baru. Para analis kripto menghubungkan penjualan kripto dengan euforia seputar penawaran umum perdana saham oleh perusahaan terkenal seperti SpaceX.
Kondisi yang Memengaruhi Penurunan Harga
Citigroup juga menyoroti kekhawatiran investor terhadap potensi penjualan Bitcoin oleh perusahaan yang memiliki aset digital. Di samping itu, undang-undang yang bertujuan untuk mengatur aset virtual di AS juga masih tersendat dan tidak menunjukkan kemajuan yang berarti. Hal ini disebabkan oleh perdebatan antara industri perbankan dan kripto terkait dengan stablecoin.
Sebagai akibat dari indikator yang menunjukkan pelemahan, Citigroup telah menurunkan target harga Bitcoin dalam 12 bulan ke depan dari US$ 112.000 menjadi US$ 82.000. Begitu pula dengan harga Ether yang turun dari US$ 3.175 menjadi US$ 2.240.
