Lagu “Lalaki Langit Lalanang Bejad” Om Zein: Pernyataan Kontroversial dan Respons Atalia Praratya
Polemik seputar lagu “Lalaki Langit Lalanang Bejad” yang dibawakan oleh Bupati Purwakarta, Om Zein, terus menjadi sorotan publik. Lagu tersebut menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Atalia Praratya, yang menyoroti kontroversi dalam lirik lagu tersebut.
Om Zein Membuka Suara
Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, Om Zein akhirnya memberikan penjelasan terkait isi lagu tersebut. Ia menegaskan bahwa lagu tersebut merupakan cerminan perjalanan hidup pribadinya dan bukan ditujukan untuk merendahkan perempuan.
“Lagu saya yang berjudul ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ itu murni cerita tentang kisah hidup diri saya sendiri,” ujarnya. Om Zein juga meminta masyarakat untuk membaca keseluruhan lirik lagu agar tidak terjadi salah tafsir.
Respons Atalia Praratya
Atalia Praratya, yang mengkritik lagu tersebut melalui media sosial, menyatakan bahwa tidak menemukan penghormatan terhadap perempuan dalam lirik lagu tersebut. Ia menyoroti nilai-nilai budaya Sunda yang seharusnya menghormati sesama.
Atalia secara tegas mempertanyakan mengapa narasi yang dianggap patriarkal dapat muncul dari seorang kepala daerah. Menurutnya, Budaya Sunda seharusnya dibangun di atas nilai-nilai seperti silih asih, silih asah, silih asuh, dan silih wawang.
Selain itu, Atalia juga menyoroti pentingnya melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Ia menegaskan bahwa narasi yang menertawakan beban biologis seorang perempuan tidak pantas diangkat dalam sebuah karya seni, terlebih lagi dari seorang pemimpin daerah.
