Om Zein: Kontroversi di Balik Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejat’
Purwakarta – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, menjadi sorotan publik setelah lagu berbahasa Sunda berjudul Lalaki Langit Lalanang Bejat menuai kontroversi. Meskipun awalnya diperkenalkan sebagai ungkapan syukur, potongan liriknya mulai menimbulkan polemik yang meluas di masyarakat.
Latar Belakang Pendidikan dan Kontroversi
Om Zein menjelaskan bahwa lagu tersebut bukanlah karya mendadak. Puisi tersebut sebenarnya sudah diciptakan sejak tahun 2020, jauh sebelum ia menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Menurutnya, konteks waktu sangat penting untuk memahami asal-usul lagu tersebut.
“Karya itu berasal dari puisi yang saya buat tahun 2020. Jadi, saat itu bukan sebagai Bupati, melainkan sebagai pengembara yang sedang tersesat,” ungkap Om Zein melalui video di akun Instagram pribadinya.
Motivasi dan Pengalaman Pribadi
Om Zein menegaskan bahwa lagu tersebut tidak memiliki niat merendahkan atau menyudutkan perempuan. Liriknya sebenarnya mencerminkan refleksi atas pengalaman hidupnya sendiri, termasuk masa-masa yang penuh kenakalan.
Dalam klarifikasinya, Om Zein menegaskan bahwa lagu tersebut merupakan bagian dari eksplorasi pribadinya dan bukan untuk tujuan negatif terhadap kelompok tertentu. Hal ini menjadi penegasan atas keputusan kontroversial yang diambil oleh Bupati Purwakarta tersebut.
Meskipun Lalaki Langit Lalanang Bejat menyita perhatian publik, Om Zein memberikan tanggapan terbuka terkait latar belakang serta niat sebenarnya di balik karyanya tersebut. Semoga penjelasan yang diberikan dapat membuka pemahaman yang lebih luas dan mendalam terkait kontroversi yang terjadi.
