Michael Saylor Bakal Guncang Pasar Bitcoin dengan Perombakan Finansial
JPMorgan Chase & Co mengeluarkan peringatan terkait perombakan pembiayaan yang dilakukan Michael Saylor, pendiri Strategy, yang dikhawatirkan akan mengganggu dinamika pasar Bitcoin. Langkah Saylor untuk mulai menjual sebagian Bitcoin guna mendanai dividen saham preferen telah menciptakan ketidakpastian baru bagi investor kripto.
Menurut laporan dari Yahoo Finance, langkah Strategy ini membuka risiko baru di pasar karena munculnya potensi bahwa salah satu pembeli terbesar Bitcoin juga akan menjadi penjual. Hal ini akan menimbulkan arus dua arah yang dapat mempengaruhi pasar secara substansial.
Resiko Strategi Keuangan Baru Michael Saylor
JPMorgan meyakini bahwa meskipun Strategy mempertahankan cadangan kas yang sangat besar untuk menghindari penjualan Bitcoin di masa depan, namun perusahaan tetap memerlukan likuiditas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pembayaran dividen dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Sehingga, investor harus yakin bahwa Strategy tidak perlu menjual Bitcoin-nya dalam waktu dekat.
Strategy telah membeli Bitcoin senilai US$ 8,2 miliar atau sekitar Rp 147,40 triliun tahun ini. Jumlah ini mencakup sekitar 70% dari total arus aset digital sampai saat ini, dengan kepemilikan Bitcoin sebesar 4,2% dari total pasokan Bitcoin. Karena valuasi perusahaan sangat tergantung pada harga Bitcoin, maka ketidakpastian pasar kripto dapat berdampak negatif pada nilai perusahaan.
Direktur Pelaksana JPMorgan, Nikolaos Panigirtzoglou, yang mengawasi laporan tersebut, menyatakan bahwa ketidakpastian dan volatilitas di pasar kripto dapat meningkatkan biaya penerbitan ekuitas dan utang Strategy untuk membeli Bitcoin tambahan.
