Bupati Purwakarta Hapus Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejat’
Kontroversi lagu berbahasa Sunda berjudul “Lalaki Langit Lalanang Bejad” yang diciptakan oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein terus memanas. Setelah mengklarifikasi bahwa lagu tersebut adalah cerita dari kehidupannya sendiri, Om Zein akhirnya meminta maaf kepada publik.
Permintaan maaf terbaru ini datang setelah Om Zein dikecam oleh berbagai pihak, termasuk masyarakat, Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya, dan menerima somasi dari Jabar Bantuan Hukum yang menilai lirik lagu tersebut merendahkan perempuan.
Permintaan Maaf dan Tindakan Lanjutan
Om Zein memutuskan untuk menurunkan lagu tersebut dari seluruh akun media sosial miliknya. Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan permohonan maaf kepada siapa pun yang merasa tersinggung oleh lagu ciptaannya.
“Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika lagu yang berjudul lalaki langit lalanang bejad dianggap mendiskreditkan atau merendahkan pihak lain, Om Zein tidak bermaksud untuk itu,” ungkapnya dalam keterangan videonya.
Keputusan Om Zein untuk menarik lagu dari media sosial merupakan respons atas polemik yang terus berkembang. Hal ini juga dilakukan setelah menerima somasi dari Jabar Bantuan Hukum yang menyatakan bahwa lagu tersebut telah menyinggung batas kritik sosial dan objektifikasi terhadap perempuan.
Asal Mula Kontroversi
Lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejad” pertama kali diperkenalkan oleh Om Zein dalam acara Hajat Bumi di Lingga Mukti. Lagu tersebut kemudian viral dan menimbulkan berbagai pro dan kontra di masyarakat setelah sejumlah liriknya tersebar luas di media sosial.
Beberapa bagian lirik lagu dinilai mencemooh tubuh perempuan, siklus menstruasi, kehamilan, dan keguguran, yang kemudian memicu perdebatan di ruang publik. Berbagai tokoh dan pihak pun memberikan tanggapan terhadap lagu tersebut, termasuk memberikan somasi kepada Om Zein.
