Meninggalnya dr Icha Menyisakan Duka Mendalam
Pada Sabtu, 4 Juli 2026, duka mendalam menyelimuti keluarga atas meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenomi atau yang akrab disapa dr Icha.
Intimidasi yang Menyebabkan Bunuh Diri
Belakangan terkuak bahwa dr Icha diduga tewas karena bunuh diri setelah mengalami depresi berat akibat intimidasi dari tiga oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Timur Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengaku sebagai keluarga pasien yang ditangani dr Icha. Pasien tersebut mengalami gigitan ular, namun penanganan kesehatannya tidak memenuhi harapan keluarga.
Babak Baru Kasus Dr Icha
Keluarga dr Icha melaporkan dugaan intimidasi yang dialami sang dokter ke Polda NTT. Dokter muda ini, yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona, Kefamenanu, diduga mengalami intimidasi dari keluarga pasien akibat penanganan kesehatannya yang dianggap tidak memadai.
Penjelasan Spesialis Toksinologi
Dr Icha telah berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis Toksinologi, yaitu dr Tri Maharani, terkait kasus ini. Dr Tri Maharani menjelaskan bahwa tidak semua pasien yang terkena gigitan ular membutuhkan serum anti bisa ular. Ada kriteria tertentu dalam pemberian obat ini, terutama jika gigitan ular hanya dalam fase lokal dan tidak menyebar ke seluruh tubuh pasien.
Menurut dr Tri Maharani, penanganan standar seperti imobilisasi dan obat simptomatik sudah cukup dalam kasus gigitan ular yang hanya berada di sekitar bekas gigitan. Pemberian serum anti bisa ular hanya diperlukan dalam kondisi tertentu, sesuai dengan kriteria medis yang berlaku.
