Pemerintah Rusia Berencana Memperluas Larangan Penambangan Kripto di 19 Wilayah
Pemerintah Rusia tengah mempertimbangkan untuk memperluas larangan aktivitas penambangan mata uang kripto di 19 wilayah yang terhubung dengan sistem kelistrikan pusat negara tersebut. Wacana ini muncul setelah lonjakan konsumsi listrik, pesatnya pembangunan pusat data (data center), serta meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas jaringan listrik nasional.
Wilayah yang Akan Terkena Dampak
Mengutip informasi dari CoinMarketCap, Pemerintah Rusia sedang mengevaluasi rencana pelarangan penambangan mata uang kripto, termasuk Bitcoin, di wilayah yang terhubung dengan sistem energi terpadu yang berpusat di Moskow.
Aturan tersebut tidak hanya berlaku untuk Moskow dan wilayah sekitarnya, tetapi juga mencakup 17 wilayah lain di Rusia bagian tengah, seperti Bryansk, Kaluga, Tula, Yaroslavl, dan Voronezh. Sebagian besar aktivitas penambangan kripto di Rusia bagian tengah berpotensi dihentikan jika rencana ini disetujui.
Aturan Alternatif yang Dikaji
Sebagai alternatif, Kementerian Energi Rusia juga tengah mengkaji aturan yang lebih ketat terkait penyambungan jaringan listrik bagi perusahaan penambangan baru. Dalam skema tersebut, pelaku usaha hanya dapat memperoleh akses listrik melalui kategori keandalan tingkat empat (fourth-category reliability). Pasokan listrik mereka menjadi prioritas terakhir dan dapat diputus lebih dahulu apabila terjadi kekurangan listrik.
Selain itu, operator juga diwajibkan memenuhi persyaratan teknis yang lebih ketat, termasuk memasang sistem otomatis untuk kondisi darurat.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
