Kontroversi Peserta Clash of Champions Ghaza Muhammad Al-Ghifari
Jakarta, VIVA – Publik dihebohkan dengan kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Ghaza Muhammad Al-Ghifari, nama yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu peserta Ruangguru Clash of Champions (CoC) Season 3. Setelah ramainya pemberitaan di media sosial, Ghaza dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari kompetisi akademik tersebut.
Akhir Kontroversi Ghaza Muhammad Al-Ghifari di CoC 2026
Isu seputar Ghaza semakin meluas setelah informasi terkait dugaan pelanggaran yang melibatkan taruna Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) tersebar di platform X. Polemik ini memicu berbagai reaksi dari warganet dan akhirnya pihak penyelenggara CoC mengambil keputusan tegas terkait peristiwa ini.
Langkah konsekuensi yang diambil Ruangguru membuat Ghaza menjadi sorotan utama, terutama karena dia adalah peserta kompetisi bergengsi yang diikuti oleh mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Profil Ghaza Muhammad Al-Ghifari
Ghaza adalah seorang taruna Jurusan Transportasi Darat di Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) angkatan 2023. Dia lahir di Mojokerto pada tanggal 8 Maret. Sebelum mengenyam pendidikan di PTDI-STTD, Ghaza menyelesaikan sekolah menengahnya di SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto.
Selain dari prestasi akademiknya, Ghaza juga memiliki keahlian dalam cabang olahraga finswimming. Pada 2019, dia berhasil meraih Medali Perunggu pada nomor 200 Meter Bifins KU-C dalam Kejuaraan Nasional Finswimming. Hal ini menunjukkan kemampuannya dalam berenang, terutama pada cabang finswimming yang memerlukan teknik, kecepatan, kekuatan otot, dan daya tahan fisik yang tinggi.
Selama berkuliah di PTDI-STTD, Ghaza aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Dia merupakan Anggota Komisi II Olahraga dan Seni Dewan Musyawarah Taruna PTDI-STTD periode 2024/2025, yang bertugas mengawasi kegiatan olahraga dan seni di lingkungan kampus.
Dugaan Pelecehan Seksual yang Menimpa Ghaza
Kasus ini mencuat setelah unggahan dari akun X @cinnamonaww menyebutkan bahwa Ghaza diduga melakukan pelecehan seksual terhadap lebih dari satu korban. Percakapan yang tersebar juga menyampaikan bahwa status mahasiswa Ghaza telah dinonaktifkan sebagai konsekuensi dari peristiwa ini.





