Sebuah gugatan menarik terkait kepemilikan Bitcoin dengan nilai miliaran dolar mulai mengalami hambatan di Negara Bagian New York. Para penggugat mencoba memanfaatkan aturan unik mengenai barang hilang atau tidak bertuan untuk mengklaim kepemilikan dompet Bitcoin lama yang tidak aktif.
Blockchain Mengungkap Fakta
Meski demikian, bukti yang tertera di blockchain justru membuka fakta lain. Sebanyak 44 alamat yang menjadi target gugatan ternyata masih aktif dan menyimpan total 21.443 Bitcoin senilai sekitar US$ 1,37 miliar pada saat gugatan diajukan. Selama periode tersebut, alamat-alamat tersebut telah melakukan transaksi memindahkan total 46.334 Bitcoin melalui jaringan blockchain.
Salah satu alamat terbesar bahkan berhasil menyimpan sekitar 2.100 Bitcoin ketika gugatan pertama kali dilontarkan. Di antara bulan Maret hingga Juli, alamat tersebut melakukan 10 kali transaksi dengan total Bitcoin yang dipindahkan mencapai 20.405.
Sindiran dari Thorn
Merangkum hasil temuan ini, Thorn dengan tajam menyindir dasar klaim mereka. Ia menegaskan bahwa tidak ada bukti bahwa alamat-alamat Bitcoin tersebut hilang, namun bukti menunjukkan bahwa bukan pihak yang mengajukan gugatan yang menemukannya.





