Analisis Terbaru: Temasek dan Kripto

by -54 Views

Temasek Global Investments Tidak Berinvestasi di Kripto

Presiden Temasek Global Investments, Nagi Hamiyeh, mengungkapkan bahwa perusahaan tidak sedang mempertimbangkan investasi di dunia kripto saat ini. Hal ini dipicu oleh upaya Temasek dalam menangani kerugian yang dialami akibat bursa kripto FTX.

Hamiyeh menjelaskan, “Kami tidak memiliki investasi langsung di kripto sama sekali.” Dia juga menyoroti ketidakpastian regulasi yang ada di sektor kripto sebagai salah satu pertimbangan utama perusahaan. “Sulit untuk memprediksi masa depan kripto dalam ekonomi utama karena regulasi sangat berpengaruh,” tambahnya.

Temasek Fokus pada Infrastruktur Blockchain

Meskipun tidak tertarik berinvestasi di kripto, Temasek saat ini fokus pada pengembangan blockchain dan infrastruktur terkait. Mereka melihat potensi teknologi ini untuk memberikan dampak positif pada ekonomi riil.

Sebelumnya, investasi Temasek di bursa kripto FTX mengalami goncangan besar setelah bursa tersebut mengalami kebangkrutan. Hal ini menyebabkan penurunan nilai aset perusahaan hingga mencapai US$ 275 juta atau sekitar Rp 4,96 triliun pada tahun 2022.

Kritik juga menghampiri Temasek dari dalam negeri terkait keputusan investasi ini. Lawrence Wong, mantan wakil perdana menteri dan menteri keuangan Singapura, menyebut kerugian ini memalukan dan merusak reputasi Singapura.

Visi Jangka Panjang Temasek dalam Adopsi AI

Menjawab pertanyaan mengenai hal yang dianggap penting bagi investor jangka panjang, Hamiyeh menekankan pentingnya adopsi kecerdasan buatan (AI) dan membangun ekosistem komersial di sekitarnya. Temasek lebih memilih untuk fokus pada implementasi fisik AI seperti otomatisasi, robotika, dan optimasi proses industri.

Perusahaan ini berencana untuk meningkatkan eksposur AI dalam portofolionya dari 6% saat ini hingga mencapai 15% pada tahun 2031. Mereka percaya bahwa inovasi AI adalah kunci dalam membangun keunggulan kompetitif dan mempersiapkan diri untuk tantangan di masa depan.

Source link