JPMorgan Mengidentifikasi Ancaman Besar Terhadap Bitcoin

by -50 Views

JPMorgan: Blockchain dan Risiko Bagi Nilai Bitcoin

Seiring dengan terus berkembangnya transformasi digital di sektor keuangan, analisis JPMorgan mengungkapkan bahwa penggunaan infrastruktur blockchain oleh lembaga keuangan dapat terus meningkat. Namun, peningkatan penggunaan jaringan blockchain internal oleh pelaku keuangan tradisional juga berpotensi mengurangi kebutuhan terhadap jaringan penyelesaian transaksi publik dan terdesentralisasi.

Masih dalam analisis yang sama, JPMorgan menyoroti bahwa perubahan ini dapat menjadi risiko struktural bagi nilai Bitcoin dalam jangka panjang. Sejak lama, Bitcoin dianggap sebagai jaringan penyelesaian transaksi global yang terbuka, netral, dan tidak terkendali oleh satu institusi.

Risiko Sekunder Penjualan Bitcoin oleh Perusahaan

Lebih lanjut, JPMorgan juga mempertimbangkan bahwa aksi penjualan Bitcoin oleh beberapa perusahaan hanya akan menjadi risiko sekunder. Meskipun penjualan tersebut sempat dianggap sebagai sinyal negatif oleh sebagian analis terhadap pergerakan pasar, kepemilikan Bitcoin oleh perusahaan hanya mencakup sebagian kecil dari total kapitalisasi pasar Bitcoin.

Jadi, meskipun keputusan perusahaan menjual Bitcoin dapat dipengaruhi oleh strategi keuangan tertentu, hal tersebut tidak selalu mencerminkan hilangnya kepercayaan secara luas terhadap aset kripto. Hal ini penting untuk dipahami oleh para investor, karena peralihan institusi ke arah blockchain privat dapat memberikan tantangan lebih mendasar daripada tekanan harga sementara yang disebabkan oleh penjualan aset kripto oleh perusahaan tersebut.

Sumber: Liputan6.com

Source link