Analisis Bitwise: Sebab Bear Market Bitcoin yang Berbeda

by -43 Views

Bitwise Ungkap Alasan Cryptocurrency Bitcoin Alami Penurunan Harga yang Berbeda Kali Ini

Menurut laporan yang dirilis oleh Bitwise, perusahaan aset kripto dan manajemen risiko, terjadi pergeseran arus investasi yang mengarah ke sektor lain yang menyebabkan turunnya permintaan terhadap Bitcoin. Hal ini terjadi sejak bulan April, dimana dana investasi melalui Exchange-Traded Fund (ETF) saham produsen chip memori yang terkait dengan tren kecerdasan buatan (AI) mulai menerima aliran dana sebesar US$ 12 miliar atau sekitar Rp 216,6 triliun. Sementara itu, ETF Bitcoin spot justru mencatat keluarnya dana lebih dari US$ 4 miliar atau sekitar Rp 72,2 triliun.

Meskipun terjadi penurunan ini, Bitwise menegaskan bahwa kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor seperti inflasi yang masih tinggi, ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi, serta ketidakpastian geopolitik global. Hal ini bukan disebabkan oleh fundamental Bitcoin yang melemah.

Perkiraan Arah Arus Dana dan Pengaruh Regulasi

Bitwise memperkirakan bahwa arus dana dapat kembali mengalir ke Bitcoin jika peraturan di Amerika Serikat semakin jelas. Salah satu aturan yang diharapkan dapat menjadi katalis adalah CLARITY Act, yang diharapkan akan mempermudah investor institusi untuk berinvestasi dalam aset kripto.

Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), juga berpendapat bahwa penurunan harga saat ini masih merupakan bagian dari siklus empat tahunan Bitcoin. Menurut Zhao, setiap siklus selalu menciptakan level harga dasar yang lebih tinggi. Sebagai contoh, titik terendah Bitcoin pada siklus saat ini berada di sekitar US$ 60.000, jauh di atas posisi sekitar US$ 16.000 saat terjadi krisis pada platform FTX.

Persaingan antara Regulasi Aset Kripto dan Kecerdasan Buatan

Menariknya, Zhao mengungkapkan bahwa fokus utamanya telah beralih dari regulasi aset kripto ke regulasi sektor kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, keduanya kini semakin bersaing untuk mendapatkan perhatian regulator dan arus modal investasi.

Source link