Saham Circle Melonjak Usai Dapat Izin Bank dari OCC
Sebuah peristiwa penting terjadi dalam dunia cryptocurrency, di mana saham penerbit stablecoin Circle mengalami lonjakan setelah mendapatkan izin sebagai bank perwalian dari Kantor Pengawas Mata Uang Amerika Serikat (OCC) pada Jumat, 10 Juli 2026.
Melansir dari CNBC, harga saham Circle mengalami kenaikan hampir 5% setelah pengumuman tersebut. Saham Circle Internet Group ditutup naik sebesar 4,97% menjadi US$ 66,14.
Izin dan Dampaknya
Persetujuan ini memberikan Circle kemampuan untuk mengelola cadangan langsung untuk stablecoin yang diatur, terutama stablecoin USDC. USDC sendiri memiliki lebih dari US$ 73 miliar atau setara dengan Rp 1.319 triliun dalam peredaran. Dengan izin ini, Circle akan beroperasi sebagai bank perwalian dengan nama Circle National Trust. Sebelumnya, Circle harus menggunakan bank dan kustodian pihak ketiga untuk menyimpan dana dan aset Treasury penunjang USDC.
Perlu dicatat bahwa persetujuan ini tidak berarti Circle dapat beroperasi sebagai bank komersial yang menerima simpanan dan memberikan pinjaman. Namun, langkah ini mencerminkan arah industri kripto saat ini, di mana perusahaan berusaha menjadi lebih dari sekadar aplikasi keuangan menjadi infrastruktur keuangan.
Tren di Industri Kripto
Tren yang ada di industri kripto saat ini juga terlihat dari persetujuan atau aplikasi dari perusahaan-perusahaan seperti Coinbase, BitGo, Fidelity Digital Assets, Ripple, dan Paxos. Mereka bersaing untuk memiliki lebih banyak aset di sektor keuangan yang diatur. Hal ini menunjukkan dorongan kuat untuk mengubah cara beroperasi dan terlibat dalam industri keuangan saat ini.
Dante Disparte, Chief Strategy Circle, menyatakan bahwa struktur kepercayaan baru ini dapat membuat regulasi menjadi lebih sederhana, terutama dalam hubungan dengan pihak luar negeri. Dalam komentarnya kepada CNBC, ia menyatakan bahwa keamanan, kepatuhan, dan transparansi harus menjadi prioritas dalam dunia cryptocurrency.





