Pasar Kripto Stablecoin Turun Rp 180,72 Triliun: Analisis Terbaru

by -42 Views

Penurunan Kapitalisasi Pasar Stablecoin Menjadi Tanda Likuiditas Kripto Menyusut

Pasar stablecoin mencatat penurunan terbesar dalam beberapa tahun terakhir pada bulan Juni, menandakan likuiditas on-chain yang menyusut ketika pasar kripto konsolidasi mendekati titik terendah tahun 2026.

Turun US$ 7,7 miliar dalam Sebulan

Kapitalisasi pasar stablecoin turun sebesar US$ 7,7 miliar atau sekitar Rp 139,15 triliun pada bulan lalu, mencatat penurunan terbesar sejak Mei 2022. Data dari RWA.xyz menunjukkan bahwa total nilai stablecoin yang beredar telah turun sekitar US$ 10 miliar atau Rp 180,72 triliun sejak puncaknya pada bulan Mei.

Penurunan ini dipicu oleh penurunan kapitalisasi pasar dari dua penerbit stablecoin terbesar, yaitu USDT Tether dan USDC Circle. USDT Tether mengalami penurunan sekitar US$ 6 miliar atau Rp 108,43 triliun, sementara USDC Circle turun sekitar US$ 7 miliar.

Proyeksi Pertumbuhan Stablecoin

Penurunan ini menarik perhatian karena berlawanan dengan proyeksi bullish dari bank-bank Wall Street terkait pertumbuhan stablecoin. Citi dan Standard Chartered, dua bank global terkemuka, telah merevisi proyeksi pertumbuhan mereka. Citi memperkirakan pertumbuhan hingga US$ 4 triliun pada skenario bullish, sementara Standard Chartered memproyeksikan pasar senilai US$ 2 triliun pada tahun 2028.

Dengan stablecoin menjadi mata uang kuotasi utama dalam perdagangan kripto dan digunakan secara luas untuk pembayaran dan penyelesaian transaksi, perubahan dalam kapitalisasi pasar stablecoin menjadi indikator penting bagi likuiditas aset digital secara keseluruhan.

Source link