Frekuensi Makan Ideal Menurut Pakar Kesehatan
Banyak orang memiliki anggapan bahwa makan tiga kali sehari merupakan aturan standar yang ideal. Namun, tidak jarang ada yang makan lebih sering atau bahkan kurang dari jumlah tersebut. Pertanyaannya, benarkah pola makan tiga kali sehari ini yang paling dianjurkan oleh pakar kesehatan?
Penjelasan dari Dokter Zaidul Akbar
Seorang dokter dan praktisi kesehatan, dr. Zaidul Akbar, menyatakan bahwa kebutuhan dan frekuensi makan setiap individu sebenarnya bervariasi. Ada yang mampu makan hingga lima kali sehari jika termasuk camilan di luar porsi utama. Meskipun secara umum kebanyakan orang terbiasa makan tiga kali sehari, namun sebenarnya tidak ada dasar yang mengikat mengenai jumlah makanan harian yang ideal.
“Sampai saat ini saya tidak tahu, yang saya ketahui, dalam Islam pun tidak ada ceritanya yang makan itu ada numerasinya. Tiga kali, enggak ada,” tegas dr. Zaidul Akbar. Jadi, tidak ada aturan khusus mengenai jumlah waktu makan yang dianjurkan dalam sehari. Prinsipnya sederhana, makanlah sesuai kebutuhan tanpa berlebihan.
Awas, Bahan Makanan Bisa Menjadi Pemicu Penyakit
Dr. Zaidul Akbar juga memperingatkan bahwa banyak penyakit yang umum saat ini sebenarnya dipicu oleh kebiasaan makan berlebihan. Oleh karena itu, sangat penting untuk makan dengan kadar yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan tidak berlebihan.
Aksi APKSI dan PPPK Paruh Waktu Sektor Kesehatan
Baru-baru ini, Asosiasi Pekerja Kesehatan Seluruh Indonesia (APKSI) bersama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu sektor kesehatan menggelar aksi di Balai Kota Jakarta. Mereka menuntut agar gaji ke-13 mereka yang belum dibayarkan segera diselesaikan.
Semua elemen ini menunjukkan betapa pentingnya peran kesehatan dalam masyarakat dan perlunya perhatian serius terhadap kesejahteraan para tenaga kesehatan yang menjaga kesehatan masyarakat.





