Stablecoin Terus Aktif Meski Kapitalisasi Pasar Turun
Volume Transaksi Mencapai US$ 1,79 Triliun pada Juni 2026
Menurut data yang disajikan oleh dashboard Visa yang didukung Allium, aktivitas stablecoin menunjukkan pertumbuhan yang signifikan meskipun terjadi penurunan kapitalisasi pasar. Volume transaksi yang telah disesuaikan mencapai US$ 1,79 triliun pada bulan Juni 2026. Angka tersebut melonjak 63% dibandingkan bulan sebelumnya, dan naik 125% dibandingkan Juni 2025.
Stablecoin USDC mendominasi dengan volume transaksi sekitar US$ 1,21 triliun, sementara USDT mencatat sekitar US$ 576 miliar. Menariknya, meski jumlah token USDC yang beredar kurang dari separuh pasokan USDT, namun USDC menghasilkan volume transaksi yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa token USDC berpindah tangan lebih sering dibandingkan dengan USDT.
Transaksi Stablecoin Lebih dari Sekadar Pembayaran Konsumen
Angka volume transaksi mencapai US$ 1,79 triliun tidak hanya mencerminkan transaksi pembayaran barang dan jasa. Data dari Visa juga mencakup berbagai aktivitas lain seperti setoran dan penarikan di bursa, perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX), pinjaman, investasi, penerbitan dan pemusnahan token, serta aktivitas lainnya yang melibatkan aset kripto dan mata uang konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa volume transaksi stablecoin lebih menggambarkan pergerakan ekonomi yang telah disaring.
Analisis Terkait Transaksi Pembayaran Stablecoin
Analisis sebelumnya dari McKinsey dan Artemis memperkirakan bahwa transaksi pembayaran stablecoin yang dapat diidentifikasi hanya sekitar US$ 390 miliar sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar US$ 226 miliar berasal dari pembayaran antarbisnis (B2B).





