AS Meluncurkan Sanksi Baru Terhadap Perusahaan Maritim Iran
Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengumumkan langkah-langkah baru dalam menekan aktivitas maritim Iran dengan meluncurkan sanksi terhadap perusahaan dan kapal-kapal yang terlibat. Langkah ini diambil untuk mempersulit upaya Iran dalam menyamarkan kepemilikan kapal serta untuk mengurangi pendapatan yang diperoleh dari sektor maritim.
Penekanan dan Pembekuan Aset
Dalam tindakan yang diambil, AS menetapkan sanksi terhadap delapan kapal yang diidentifikasi sebagai aset yang diblokir, disertai dengan sanksi terhadap delapan perusahaan yang terkait dengan apa yang disebut sebagai “armada bayangan” Iran. Total sejak awal 2026, lebih dari 100 kapal jenis ini telah dikenai sanksi.
Sanksi tersebut tidak hanya berdampak pada perusahaan dan kapal yang terlibat, tetapi juga membekukan aset yang dimiliki oleh entitas terkait apabila berada di wilayah AS. Warga AS juga dilarang melakukan transaksi dengan entitas yang masuk daftar sanksi.
Pernyataan Menteri Keuangan AS
Scott Bessent, Menteri Keuangan AS, mengeluarkan pernyataan keras terkait kebijakan sanksi yang diberlakukan. Dia menyatakan, “Perekonomian Iran sedang terjun bebas, inflasi berada di level tiga digit, dan rezim tersebut sangat membutuhkan uang. AS tidak akan membiarkan Iran menyandera perdagangan global atau menggunakan pelayaran internasional untuk mendanai terorisme.”
Keputusan untuk memberlakukan sanksi tersebut juga dipengaruhi oleh pentingnya Selat Hormuz bagi perdagangan dunia. Selat ini dilalui oleh sekitar seperlima perdagangan minyak global, sehingga pengawasan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut memegang peran strategis yang sangat penting.





