CZ Mempersoalkan Keamanan Dompet Kripto setelah Kasus Coldcard
Pendiri Binance, Changpeng Zhao atau CZ, kembali menghadirkan perdebatan seputar keamanan dompet kripto setelah insiden peretasan Coldcard. Kasus ini mengakibatkan lebih dari 1.367 Bitcoin senilai sekitar US$ 88,6 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun dicuri. Hal ini menyoroti bahwa meskipun menggunakan perangkat hardware wallet, risiko keamanan tetap ada.
Kasus Peretasan Coldcard
Dalam insiden Coldcard, perangkat mengalami kelemahan saat pembuatan recovery seed. Recovery seed adalah rangkaian kata kunci yang digunakan untuk memulihkan dompet kripto. Bug pada firmware Coldcard menyebabkan pembuatan recovery seed yang rentan ditebak. Hal ini dimanfaatkan oleh peretas untuk mengakses aset tanpa perlu melakukan tindakan phishing, memasang malware, atau mencuri perangkat.
CZ menanggapi insiden ini dengan menyatakan bahwa tidak ada dompet kripto yang benar-benar aman. Meskipun menggunakan hardware wallet, kemungkinan adanya bug tetap ada. Perangkat wallet yang sudah beredar lama sekalipun dapat memiliki kelemahan. Mengurangi risiko bisa dilakukan dengan membagi aset ke beberapa wallet, tetapi tetap ada risiko tersendiri. Keselamatan data kripto adalah hal yang terus berkembang dan perlu diawasi dengan baik.
SAFU dan Jumlah Kerugian
SAFU, yang merupakan singkatan dari Secure Asset Fund for Users, adalah istilah khas dari Binance. Istilah ini menjadi jargon di komunitas kripto. Galaxy Research memperkirakan total kerugian akibat peretasan Coldcard mencapai 1.367,05 BTC yang tersebar di 4.585 alamat Bitcoin.





