Tether Meningkatkan Kepemilikan Emas
Industri aset digital terus mengukuhkan posisinya dalam pasar emas global, dengan penerbit stablecoin Tether terus meningkatkan kepemilikannya dalam logam mulia tersebut. Pada kuartal kedua tahun 2026, Tether berhasil menambah 14 ton emas fisik ke dalam portofolionya, menjadikannya salah satu pemegang emas fisik swasta terbesar di dunia.
Prestasi dan Laporan Keuangan
Menurut laporan keuangan yang dirilis oleh Tether, laba operasional bersih perusahaan mencapai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 27,06 triliun. Total kepemilikan emas batangan perusahaan saat ini melebihi 146 ton dengan nilai sekitar US$ 18,8 miliar atau Rp 339,19 triliun. Selain itu, nilai token USDT yang beredar juga mencapai US$ 184,6 miliar atau sekitar Rp 3.330 triliun pada akhir kuartal kedua, menunjukkan pertumbuhan signifikan dibanding periode sebelumnya.
Stabilitas dan Ketahanan Tether
Dalam menghadapi volatilitas harga emas dan Bitcoin, Tether berhasil memperluas pangsa pasarnya hingga lebih dari 60% dari total pasar stablecoin. Hal ini menunjukkan kekuatan dan ketahanan strategi cadangan yang dimiliki oleh Tether. Nilai cadangan perusahaan bahkan melebihi kewajibannya sebesar US$ 4,11 miliar atau sekitar Rp 74,1 triliun, membuktikan kekuatan strategi cadangan perusahaan di bawah tekanan pasar yang nyata.
“Aset-aset yang menjadi penopang sebagian cadangan Tether diuji secara langsung selama kuartal tersebut. Di tengah segala volatilitas, USDT tetap didukung sepenuhnya, dengan nilai cadangan yang masih melampaui kewajiban sebesar US$ 4,11 miliar,” ujar Paolo Ardoino, CEO Tether.





