JPMorgan dan BlackRock Bersinergi dengan Blockchain dalam Pengelolaan Reksa Dana
Dua raksasa keuangan, JPMorgan dan BlackRock, baru-baru ini mengumumkan kemitraan strategis mereka dalam pengelolaan reksa dana yang menggunakan teknologi blockchain. Langkah ini diharapkan akan membawa efisiensi operasional yang signifikan bagi investor institusi dan pelaku pasar modal.
Tokenisasi Melalui Platform Blockchain Kinexys
Proyek ini melibatkan JPMorgan yang akan menyediakan lapisan tokenisasi melalui platform blockchain Kinexys. Namun, peran JPMorgan sebagai transfer agent atau agen administrasi kepemilikan reksa dana tetap berjalan seperti biasa. Dengan memadukan layanan administrasi reksa dana yang sudah ada dengan teknologi blockchain, diharapkan proses integrasi untuk investor bisa berjalan lebih lancar.
Token-token yang digunakan dalam platform ini dirancang agar dapat dipindahkan hampir sepanjang waktu, memungkinkan penyelesaian transaksi berlangsung selama 24 jam. Hal ini dianggap akan mempermudah investor dalam manajemen likuiditas serta pengelolaan aset sebagai jaminan.
Permintaan Solusi Pengelolaan Kas Berbasis Blockchain
BlackRock juga melihat adanya peningkatan permintaan terhadap solusi pengelolaan kas berbasis blockchain. Menurut Beccy Milchem, Kepala Distribusi Kas Global BlackRock, minat ini berasal dari berbagai pihak seperti penyedia dompet digital, bendahara perusahaan, hingga pelaku pasar modal yang membutuhkan pengelolaan agunan yang lebih efisien.
Dengan adanya kemampuan transfer antarpihak (peer-to-peer), Hannah Winter selaku Kepala Digital Cash BlackRock menilai hal ini akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan yang ingin mempercepat transaksi antarentitas dalam satu grup usaha.





