Capcom Tidak Merasa Terancam dengan Pergeseran ke Game Digital
Saat ini, industri gim telah bergerak ke arah distribusi digital yang semakin dominan. Namun, hal ini tidak membuat Capcom khawatir. Sebagai publisher game terkenal seperti Resident Evil, Monster Hunter, dan Street Fighter, Capcom merasa bahwa penurunan penjualan game fisik tidak akan berdampak besar pada kinerja bisnis mereka.
90 Persen Penjualan Capcom Berasal dari Distribusi Digital
Dalam sesi tanya jawab dengan para investor, Capcom mengungkapkan bahwa lebih dari 90 persen penjualan game mereka saat ini berasal dari distribusi digital. Hal ini membuat Capcom optimis bahwa perubahan pasar menuju format digital sejalan dengan strategi bisnis mereka.
Dominasi Platform Digital Meningkatkan Penjualan Capcom
Perubahan ini juga terlihat dari data terbaru yang menunjukkan bahwa sebagian besar penjualan Capcom berasal dari kanal digital. Pada periode April hingga Juni 2026, sekitar 93,3 persen penjualan game perusahaan berasal dari distribusi digital. Capcom bahkan memiliki target penjualan digital mencapai 95 persen pada tahun fiskal berikutnya.
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan penjualan digital Capcom adalah pasar PC. Mayoritas pemain PC membeli game melalui toko digital seperti Steam, yang memberikan kontribusi besar terhadap total penjualan perusahaan. Selain itu, penjualan game lama juga tetap stabil berkat layanan distribusi digital.
Capcom Tetap Mempertahankan Format Fisik
Meskipun distribusi digital telah menjadi tulang punggung bisnis Capcom, perusahaan tetap akan merilis game dalam format fisik jika permintaan konsumen masih ada. Hal ini sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan kolektor, pasar ritel, dan konsumen yang menginginkan game fisik.
Dengan mayoritas penjualan mereka bergantung pada kanal digital, Capcom melihat perubahan perilaku konsumen sebagai peluang untuk pertumbuhan bisnis mereka ke depan. Industri gim yang terus berkembang akan terus beradaptasi dengan tren distribusi digital yang semakin dominan namun tetap mempertimbangkan kebutuhan konsumen yang menginginkan game fisik sebagai koleksi.
